Home Nasional Isu PKI dan Kekerasan kepada Ulama Diproduksi oleh Lawan Politik Jokowi

Isu PKI dan Kekerasan kepada Ulama Diproduksi oleh Lawan Politik Jokowi

559
0
SHARE

Sejak Joko Widodo menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia, terlihat ada beberapa isu lama yang berusaha dibangkitkan kembali. Tak dapat disangkal lagi bahwa itu merupakan rekayasa untuk menjatuhkan pemerintahannya.

Berbagai isu tersebut diakui memang digunakan untuk menyudutkan pemerintahan yang sah saat ini.

Sejumlah fitnah dan informasi hoax yang sedang hits sepanjang pemerintahan Presiden Jokowi diantaranya adalah isu kebangkitan PKI, serta sikap memusuhi kepada ulama dan umat Islam.

Dalam hal ini, Presiden Jokowi dianggap sebagai elit politik yang memberikan fasilitas atas kebangkitan PKI tersebut. Di sisi lain, juga disebarkan berbagai informasi haox bahwa pemerintahan Jokowi begitu anti dan memusuhi Islam.

Adanya beberapa insiden penyerangan kepada para pemuka agama pun dikaitkan dengan dua isu di atas.

Dengan kondisi tersebut, dapat dipastikan bahwa penyebaran isu negatif itu dilakukan oleh lawan-lawan politik Istana saat ini. Hal itu sebagaimana keterangan dari Koordinator Gardu Banteng Marhaen, Sulaksono Wibowo.

Ia menyebutkan bahwa lawan politik Jokowi sengaja memunculkan isu tersebut agar mantan Wali Kota Solo itu kalah di Pilpres 2019. Caranya adalah dengan membuat opini seakan-akan Jokowi ada di balik peristiwa tersebut. Padahal pelakunya lawan politik Jokowi.

Lawan politik Jokowi ini, menurut Sulaksono, sudah sangat berpengalaman dalam melakukan teror dan membuat isu PKI.

Keterangan Sulaksono di atas juga dikuatkan oleh hasil penelitian Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada akhir tahun 2017 lalu.

Dalam temuannya itu, opini kebangkitan PKI di masyarakat tidak terjadi secara alamiah. Hal itu karena dimobilisasi oleh kekuatan politik tertentu, terutama pendukung Prabowo, mesin politik PKS dan Gerindra.

Pendukung PKS, Gerindra, dan Prabowo Subianto saat Pemilu 2014 adalah yang paling banyak meyakini PKI bangkit lagi.

Hasil tabulasi silang dengan preferensi partai politik menunjukkan bahwa mereka yang percaya PKI ‘bangkit’ kebanyakan merupakan pemilih PKS (37 persen), Gerindra (20 persen), dan PAN (18 persen).

Dilihat dari wilayah domisili, mereka yang percaya PKI ‘bangkit’ mayoritas berada di wilayah DKI Jakarta, Banten, Sumatera Barat, dan Jawa Barat. Profil demografi tersebut beririsan dengan pendukung Prabowo karena merupakan wilayah basis dan kantong suaranya.

Atas berbagai temuan di atas, maka sebaiknya kita mulai mawas diri dan bijak dalam menerima informasi, terutama yang berkaitan dengan isu kebangkitan PKI dan kekerasan pada ulama.

Kita tak perlu lagi bertindak reaksioner dan mudah terprovokasi dengan isu buatan yang mengandalkan fitnah dan informasi hoax itu.

Sumber : Kaskus.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here