Home Nasional Opini dan Kritik Kivlan Zen Selalu Bangkitkan Isu PKI, Demi Prabowo?

Kivlan Zen Selalu Bangkitkan Isu PKI, Demi Prabowo?

296
0
SHARE
Kivlan Zein

Kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) selalu saja muncul dan menjadi sebuah isu yang menjadi bola panas di masyarakat saat ini. Dan kemunculan isu tersebut selalu saja (dan kebanyakan) muncul dari satu orang, Kivlan Zen. Menarik untuk berkali-kali kita bahas dan hubungannya dengan Prabowo dan Jokowi, Benarkah PKI bangkit dan merongrong Indonesia?

Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Mayjen (Purn) Kivlan Zen menyebut, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) bukan pecahan Partai Komunis Indonesia (PKI). Namun, ia menuding PDIP banyak menampung pihak yang terkait PKI. CNN Indonesia

Kivlan Zein dikenal sebagai karib Prabowo Subianto. Karir Kivlan dihabiskan di korps baret hijau Kostrad TNI AD. Pria kelahiran Langsa Aceh tahun 1946 ini lulus Akademi Militer tahun 1971. Dia kenyang dengan pengalaman memimpin pasukan infanteri. Mulai dari komandan peleton hingga akhirnya menjabat Kepala Staf Kostrad saat Prabowo menjadi Panglima Kostrad.

Dia pernah disebut sebagai salah satu bintang terang di Akmil 1971. Karirnya mulus tanpa hambatan. Namun angin reformasi 1998 membalikkan nasibnya. Dia harus mengubur mimpinya untuk naik lebih tinggi lagi. Kivlan banyak mengkritisi Panglima ABRI Jenderal Wiranto saat kerusuhan 1998. Dia menuding memang ada pihak yang seperti sengaja membiarkan Jakarta terbakar.

Hubungan Kivlan Zen dan Prabowo sudah cukup lama terjalin inilah yang membuat seakan-akan Kivlan Zen ingin koleganya ini mendapatkan tempat yang boleh dikata lebih tinggi lagi, entah apa yang diinginkan si Kivlan Zen saat ini. Dulu pernah mengkritisi Panglima ABRI kala itu Wiranto dengan menuding bahwasannya ada pihak yang membiarkan Jakarta terbakar. Sekarang dirinya sendiri yang mulai membakar amarah rakyat Indonesia dengan mengatakan bahwasannya PKI mulai bangkit kembali.

Kenapa PKI? PKI adalah sebuah luka lama yang bisa berdarah kembali, bensin yang mudah disulut. Generasi setelah tahun 1965 antara orang tua, kakek, nenek bahkan ayah dan ibu kita masih mudah disulut amarahnya kalau ada pembahasan mengenai PKI, memang tidak sepenuhnya tetapi kalau mereka masih berpaham pada pemahaman yang sudah ditanamkan oleh masa Orde Baru pasti akan terus terngiang bahwa PKI adalah bahaya laten atau tersembunyi yang memang patut diwaspadai.

PKI digambarkan sebagai pemberontak kejam yang suka membunuh, tidak beragama dan lain sebagainya, mungkin sejarah menuliskannya seperti itu. Penulis juga tidak memungkiri adanya pemberontakan yang dilakukan PKI, bahkan penulis juga masih penasaran dimana Dipa Nusantara Aidit dikuburkan jasadnya. Pembaca apa tidak penasaran? Jangan penasaran dengan jalan PKI yang salah, tetapi dengan sejarahnya yang cukup menarik untuk dibahas.

Kembali ke Kivlan Zen, kali ini sesuai dengan beberapa alinea pertama tulisan ini, Kivlan Zen menuduh PDI Perjuangan banyak menampung antek-antek PKI yang bisa merubah jalan cerita negeri ini. Ini hanya berdasarkan asumsi si Kivlan Zen bahwa ada beberapa anak mantan pengikut PKI yang masuk dalam PDI Perjuangan. Dan juga bagaimana hubungan PDI Perjuangan serta beberapa Partai Politik di Indonesia dengan Partai Komunis Tiongkok, lah Partai studi banding masih dicurigai akan menyerap paham komunis untuk diterapkan di Indonesia. Pak Kivlan Zen sehat? Kesehatanmu loh!

Selain PDI Perjuangan, Golkar dan Nasdem juga menjadi sasaran tembak Kivlan Zen, mereka mengirimkan sejumlah kadernya ke Partai Komunis China untuk belajar ilmu politik dan pengkaderan. Tetapi bukan juga ingin menerapkan komunisme di Indonesia. Jujur, penulis rasa Kivlan Zen sedikit kurang kerjaan yang suka dengan tidak merasa bersalah membuka kembali luka lama yang sudah dibuat oleh orde baru.

Atau ini adalah siasat mereka berdua sebagai “generasi” orde baru untuk memunculkan kembali new orde baru yang digawangi oleh menantu pencetus orde baru yang saat ini kembali menguat dengan dukungan “anak-anak” orde baru yang kembali muncul. Ah sudahlah, penulis sendiri juga bingung menyusun kata-katanya.

Kembali ke Kivlan Zen, 15 jutaan anggota PKI yang pernah digembar-gemborkannya ternyata hilang seiring dengan “terciduknya” The Family MCA. Sekarang seakan-akan Kivlan Zen akan tetap ngotot untuk terus dan terus menguatkan pendapatnya yang menjadi pendiriannya mengenai PKI yang akan terus berkembang di Indonesia meskipun dirinya kini tidak didukung oleh MCA kembali.

Ah sudahlah, biarkan mereka dengan pendapat mereka toh kalau menjurus fitnah dan hoax serta meresahkan masyarakat kita sudah tahu konsekuensi yang akan mereka terima. Ya begitulah … Sssttt

Sumber : Seword.com

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here