Home Nasional Politik 2019 Agama Jadi Jualan Politik, Mahasiswa Islam Se-Jabar Ambil Sikap

2019 Agama Jadi Jualan Politik, Mahasiswa Islam Se-Jabar Ambil Sikap

161
0
SHARE

Sebanyak 40 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) se-Jawa Barat menggelar silaturahmi daerah di Kampus Universitas Islam Nusantara (Uninus) Bandung. Acara akan berlangsung mulai Rabu 18 April 2018 ini hingga Jumat 20 April 2018.

“Bagi kami, silaturahmi daerah (silatda) ini sangat penting mengingat gerakan mahasiswa hari ini sudah semakin menurun. Hal ini sangat berbahaya bagi perkembangan kemajuan berbangsa dan bernegara,” ujar panitia silatda sekaligus Koordinator Daerah BEM PTAI, Samsul Anwar, dalan siaran persnya yang diterima “PR”, Rabu 18 April 2018.

Ia menegaskan, silatda ini berangkat dari kesadaran dan kebutuhan para presiden mahasiswa untuk membahas internal keorganisasian. Selain itu, juga sebagai ajang berbagi ide guna mencari solusi atas berbagai persoalan kebangsaan.
“Apalagi menjelang tahun politik 2018-2019, berkaca dari kontestasi politik beberapa tahun ke belakang, isu-isu sensitif terutama isu agama sering dijadikan bahan oleh para politisi untuk memuluskan kepentingan mereka,” katanya.

Harusnya, lanjut dia, semua pihak lebih mendahulukan kepentingan bangsa. Sebab, kegaduhan politik sering memicu perpecahan dan permusuhan yang semakin melebar sehingga persatuan dan kesatuan bangsa menjadi terabaikan.
Infrastruktur

Lebih jauh, pemerintah hari ini sedang fokus membangun infrastruktur di berbagai pelosok Indonesia. Namun, proses pembangunan ini juga memerlukan dukungan dan pendampingan dari semua pihak.
“Kami sebagai mahasiswa harus aktif terlibat dalam upaya pembangunan ini tentu dengan tanpa mengurangi sikap kritis mahasiswa untuk mewujudkan kejayaan indonesia,” katanya.

Namun, kata dia, menjelang tahun politik 2018-2019 pembangunan infrastruktur yang begitu masif berpotensi terganggu oleh kepentingan oknum-oknum politisi yang mulai menyebarkan pesimisme terkait masa depan bangsa. Hal ini sangat berbahaya karena secara tidak langsung akan berdampak pada ketidakpastian dan ketidakstabilan kondisi sosial, ekonomi, politik bangsa.

“Dengan demikian, upaya-upaya kami untuk mencari solusi kebangsaan menjadi mutlak harus dilakukan,” katanya menegaskan.
Turut hadir dalam pembukaan kegiatan itu Rektor Universitas Islam Nusantara Suhendra Yusuf dan sejumlah pejabat lainnya.

Sumber : pikiran-rakyat.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here