Home Nasional 5.000 Pasukan GP Ansor dan Banser Jaga Gereja Saat Natal dan Tahun...

5.000 Pasukan GP Ansor dan Banser Jaga Gereja Saat Natal dan Tahun Baru 2019

92
0
SHARE
Ilustrasi Banser GP Ansor batu kepolisian mengamankan gereja saat Natal.
Ilustrasi Banser GP Ansor batu kepolisian mengamankan gereja saat Natal.

Sebanyak 5.000 pasukan GP Ansor dan Banser akan dikerahkan untuk menjaga gereja saat Natal dan Tahun Baru 2019 di Sulawesi Utara (Sulut).

Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sulut, Yusra Alhabsyi mengatakan, pihaknya akan melakukan rapat koordinasi terlebih dahulu untuk melakukan persiapan penjagan.

“Kemungkinan agenda kami untuk tahun ini akan memprioritaskan gereja-gereja mana yang membutuhkan penjagaan pengamanan lebih ketat,” ucap Yusra Alhabsyi.

Pihaknya akan menambah pasukan di gereja yang membutuhkan pengamanan lebih ketat. Penambahan personel disesuaikan dengan masukan dari masing-masing cabang GP Ansor kabupaten/kota.

Pasukan akan dikerahkan ke pingiran-pingiran daerah yang mungkin belum terjangkau aparat. Dalam artian jumlah penjagaan di situ masih belum tercukupi karena tertumpuk di Manado,” katanya.

Lanjut Alhabsyi, faktor lain yang bisa jadi penambahan anggota, di titik tersebut misalnya ada permintaan dari pihak aparat kepolisian.

“Karena kami biasanya turun pengamanan selalu berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Untuk pengamanan menjelang Nataru se-Sulut berkisar 4.000 hingga 5.000-an orang dibandingkan tahun kemarin hanya 3.000-an. Karena untuk tahun ini kita ketambahan 2.000 kader-kader baru GP Ansor,” tukasnya.

Komandan Satuan Koordinasi Wilayah (Satkorwil) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Sulut Hi Ali Tumian mengatakan, penjagaan yang dilakukan pemuda Banser bukan hal baru lagi. Karena menurutnya, hal ini sudah merupakan tradisi oraganisasi atau agenda rutin Banser yang sudah berlangsung lama.

“Jadi sebagaimana petunjuk Komandan Satuan Koordinasi Nasional Barisan Ansor Serbaguna (Satkornas Banser) H Alfa Isnaeni menginstruksikan seluruh Banser terjun ke lapangan membantu mengamankan hari-hari keagamaan khususnya di Sulut,” ungkapnya.

Dikatakan Tumian, menyediakan pasukan sebanyak mungkin adalah cara yang paling efektif.

“Nah, untuk menjelaskan secara detail tempat kerawanan kami belum bisa mendahului. Akan tetapi kami akan meningkatkan penjagaan di setiap gereja-gereja tanpa terkecuali,” ujar Tumian.

Lanjutnya, untuk pendistribusian pasukan, pihaknya tetap menunggu hasil rapat bersama pimpinan pusat.

“Akan tetapi ketika kita mengacu pada kejadian di bulan-bulan kemarin yang terjadi di Sulut, utamanya Manado, kemungkinan untuk peningkatan pengamanan kegiatan ibadah Natal nanti akan bertambah dibandingkan tahun kemarin,” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here