SHARE

Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan CEO Dorna Carmelo Ezpeleta (kiri) disela-sela pertemuan di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (11/3/2019).
Presiden Joko “Jokowi” Widodo memastikan Indonesia siap menggelar ajang balap motor internasional MotoGP di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), dua tahun mendatang.

Usai pertemuan tertutupnya dengan CEO Dorna, Carmelo Ezpelata, beserta Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar Mansoer di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (11/3/2019), Jokowi memastikan bahwa kerja sama penyelenggaraan MotoGP 2021 telah resmi ditandatangani kedua belah pihak.

“Tadi Mr. Carmelo hanya ingin mendapatkan keyakinan bahwa kita siap dalam menyiapkan infrastruktur menuju ke sana. Dan saya sampaikan kita siap,” kata Jokowi yang tak melewatkan kesempatan untuk menaiki motor balap yang diparkir di halaman Istana.

Terkait persiapan infrastruktur, Jokowi menuturkan bahwa dirinya bersama jajaran terkait bakal intensif melakukan rapat perencanaan serta perampungan pembangunan.

Secara garis besar, pembangunan di Mandalika tidak akan hanya difokuskan untuk MotoGP, melainkan investasi pariwisata jangka panjang.

“Karena sebenarnya infrastruktur juga kita butuhkan untuk diri kita sendiri. Ini hanya digeser ke arah pengembangan Mandalika, karena memang kita sudah putuskan wilayah ini sebagai 1 dari 10 destinasi wisata selain Bali,” tukas Jokowi.

Jokowi tidak memerinci berapa biaya investasi yang digelontorkan pun taktik yang dipakai agar Indonesia berhasil menjadi tuan rumah MotoGP 2021.

Carmelo pada kesempatan yang sama menambahkan bahwa keputusan Dorna memilih Mandalika sebagai lokasi MotoGP selanjutnya lantaran wilayah ini memiliki banyak keunggulan yang tak dimiliki negara lain.

“Mandalika memiliki faktor keamanan yang baik untuk sirkuti semi permanen, selain itu lokasinya berada di area yang begitu indah, dengan pantai, perhotelan, dan sebagainya,” kata Carmelo di halaman Istana Bogor.

Sebagai salah satu negara dengan pengguna sepeda motor terbanyak di dunia, Carmelo yakin penyelenggaraan MotoGP di Mandalika bakal berjalan sukses. Untuk itu, pihaknya optimistis memberikan jatah lima pertandingan MotoGP untuk lima tahun sejak 2021 kepada Indonesia.

“Sudah dipastikan, satu tahun satu pertandingan. Tak menutup kemungkinan untuk diperpanjang,” ucap Carmelo sambil tertawa.

Sementara itu, Direktur ITDC Abdulbar Mansoer menyatakan pembangunan sirkuit bakal dimulai September 2019 dan rampung pada akhir 2020. Saat ini pihaknya tengah menyelesaikan pembuatan desain sirkuit dengan konsep jalan raya tersebut.

Adapun kapan tanggal balapan itu dimulai, ITDC belum bisa memastikannya. Menurut Abdulbar, pada September nanti, pihak Dorna akan kembali datang ke Indonesia untuk memberikan kepastian tanggal tersebut.

“Intinya sudah pasti dapat (MotoGP). Bisa Maret, kalau dibarengi, tapi kan kalau sekarang setelah Qatar, Oktober itu setelah Sepang, nanti dicari yang dekat,” kata Abdulbar.

Abdulbar menolak menyebut berapa biaya pembangunan sirkuit. Menurutnya, hal tersebut menjadi ranah kontraktor, Vinci Construction Grands Projects. Abdulbar hanya kembali menekankan bahwa Vinci sudah berkomitmen untuk berinvestasi sebesar $1 miliar AS (sekitar Rp14 triliun) untuk seluruh pengembangan daerah wisata Mandalika selama 15 tahun ke depan.

“Yang tahu detailnya Vinci, kalau kita hanya dasarnya saja. Mereka akan bangun sirkuit yang berkesinambungan dengan gedung-gedung pertemuan, hotel, rumah sakit khusus. Karena kalau tabrakan harus ada emergency response and burn,” tukas Abdulbar.

Selain di kawasan Mandalika, Abdulbar mengatakan bahwa pemerintah juga akan menambah panjang landasan pacu di Bandara Internasional Lombok. Sembari menambahkan bahwa renovasi tidak akan masif lantaran bandara tersebut pada dasarnya sudah memenuhi standar internasional.

Jika pun bandara Lombok tak sanggup menampung lonjakan pesawat, maka ITDC bakal memanfaatkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali.

“Kita bisa memanfaatkan Bali. Kita punya Nusa Dua, total ada 5.400 kamar. Nanti bisa kita pakai untuk MotoGP. Pilihan nyebrang bisa pakai pesawat 30 menit atau speedboat 2 jam. Jadi sebenarnya kita lebih siap dari Thailand,” tandasnya.

Dari proses pembangunan hingga selesai, Abdulbar optimistis lapangan pekerjaan yang bakal tercipta mencapai 2.000 pekerja musiman dan 5.000 pekerja tetap. Sementara penonton MotoGP yang diestimasi datang ke Mandalika sebanyak 75.000 per hari atau sekitar 220.000 penonton dalam 3 hari.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here