SHARE

JOMBANG – Cawapres nomor urut 01 KH Ma’ruf Amin bersilaturahmi ke Ponpes Babussalam, Dusun Kalibening, Desa Tanggalrejo, Kecamatan Mojoagung, Jombang, Senin sore (18/3/2019).

Kedatangan Ketua Umum MUI nonaktif ini disambut pengasuh Ponpes Babussalam KH Salman Yazid. Hadir dalam acara itu Ketua Umum DPP PKB yang juga Waket MPR RI Muhaimin Iskandar, Ketua DPRD Jatim Halim Iskandar, serta ratusan santri dan ulama.

Meskipun kedatangannya bukan untuk kampanye, namun Ma’ruf terus terang meminta doa dan dukungan kepada ratusan undangan, agar terpilih menjadi cawapres, berpasangan dengan Capres Joko Widodo (Jokowi).

“Saya sebagai kader NU minta doa dan minta dukungan kepada para ibu-bu dan bapak-bapak. Mau mendoakan saya?” tanya Ma’ruf Amin, yang dijawab serentak oleh ratusan hadirin dengan seruan .mauuuu…’.

Menurut Ma’ruf Amin, dirinya bersedia menjadi cawapres karena perintah dari para ulama NU. Alasannya, agar NU kembali duduk dalam kepemimpinan nasional.

“Kalau saya sudah jadi wapres, saya harapkan nanti ada NU lagi yang tidak hanya wakil presiden, tapi presiden. Siapa tahu nanti calon presiden adalah santri Jombang, Gus Muhaimin Iskandar,” cetus Ma’ruf Amin, disambut tepuk tangan hadirin.

Dikatakan Ma’ruf Amin, ditunjuknya dia menjadi cawapres oleh Jokowi merupakan penghargaan kepada ulama, khususnya lagi ulama NU.

“Bisa saja Pak Jokowi memilih cawapres dari unsur lain. Misalnya dari TNI, polisi, politisi dan profesional. Tapi beliau tidak mengangkat mereka mmenjadi cawapres, melainkan mengangkat saya. Ini berarti Pak Jokowi mencintai ulama,” kata Ma’ruf Amin.

Dikatan ma’ruf Amin, Jokowi membuktikan dirinya tidak sekadar mencari dukungan ulama, tetap menggandeng ulama sebagai pasangan sebagai wakil presidennya.

“Dan ulama yang digandeng adalah ulama NU. Makanya kalau ada orang NU tidak mendukung cawapres kader NU innalillahi waina ilaihi rojiun. Itu kebablasan,” kata Ma’ruf Amin yang alumnus Ponpes Tebuireng Jombang.
Ditambahkan juga, dipilihnya dia sebagai cawapres oleh Jokowi berarti juga menghargai santri, karena Ma’ruf Amin juga pernah jadi santri.

“Maksudnya apa, supaya santri punya optimisme karena santri bisa jadi apa saja. Termasuk jadi wakil presiden dan presiden,” cetus Ma’ruf Amin. (Sutono)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here