SHARE

Amien Tuding Ada Jin di Hotel Borobudur, Komisaris JIHD: Statement Sampah!

Komisaris Independen PT Jakarta International Hotels and Development Tbk (JIHD), T Ashikin Husein angkat bicara soal tudingan Amien Rais yang menyebut ada jin, genderuwo, dan hacker di Hotel Borobudur. Hotel Borobudur adalah salah satu unit usaha JIHD.

Hal itu disampaikan Husein di Hotel Borobudur, Rabu (27/3/2019). Husein didampingi oleh Director Discovery Hotel & Resort, Ani Susilowati. Dia mengaku mengetahui pernyataan Amien Rais dari pemberitaan media pada kemarin malam. Husein menegaskan tudingan itu tidak benar.

“Saya ditelepon tadi malem sama Bu Ani. Pak ada berita begini. Itu terus saya bilang Bu Ani, sampah ini nggak usah didengerin yang kaya gini nih. Jadi, kalau kamu tanya tanggapan saya mengenai tanggapan Pak Amien Rais, itu statement sampah,” kata Husein.

Dia mempertanyakan dasar pernyataan Amien Rais. Pada Pemilu 2014 silam, tabulasi suara KPU pun tidak dilakukan di Hotel Borobudur. Selama ini, kegiatan KPU di hotel tersebut hanyalah sosialisasi dan rapat-rapat.

“Kita sebagai ruang bisnis, ada yang mau sewa ruangan kita, fasilitas kita, asal bayar ya oke oke aja dong. Alhamdulillah, saya bilang kan gitu,” ucapnya.

KPU pernah melakukan penghitungan suara Pemilu di Hotel Borobudur pada tahun 2009. Husein menegaskan Hotel Borobudur tidak ikut campur dalam penghitungan suara, apalagi sistem IT.

“Kalau IT-nya di-hack, hack dari mana? Urusan sama Borobudur apa? Orang servernya nggak di sini,” tegasnya.

Selama menjadi komisaris JIHD, Husein tidak pernah mengetahui ada jin hingga genderuwo di Hotel Borobudur. Dia juga mempertanyakan apakah Amien Rais bisa melihat hal-hal tersebut.

“Setahu saya nggak ada genderuwo, nggak ada jin di sini. Tapi mungkin karena saya masih kurang tinggi ilmu agamanya. Kalau Pak Amien, Amien Rais itu sudah tua, agamanya tinggi, iya kan? Jadi, mungkin dia sudah bisa ngobrol, lihat genderuwo sama jin, kan gitu? Mungkin dia bisa lihat genderuwo sama jin,” ungkap Husein.

Sebelumnya, Amien meminta penghitungan suara Pemilu 2019 tidak dilakukan di Hotel Borobudur. Alasannya, di sana banyak jin dan genderuwo.

“Besok perhitungan hasil pemilu jangan pernah di Hotel Borobudur. Mereka banyak jin, banyak genderuwo di sana,” kata Amien di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (26/3).

Dia juga menyarankan agar penghitungan suara pemilu diselenggarakan di kantor KPU atau gedung DPR. Amien bicara soal hacker atau peretas.

“Lebih baik di KPU atau di DPR ya. Sekali-kali jangan di Hotel Borobudur. Saya tahu di sana ada banyak sekali hacker dan lain-lain. Jadi kita yang sadar, jangan pernah di Borobudur itu,” tegasnya.

Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN Dradjad Wibowo kemudian menjelaskan maksud pernyataan Amien Rais. Dradjad menyebut ‘Hotel Borobudur’ bukanlah inti yang dipersoalkan Amien.

“Lah KPU kok malah Hotel Borobudurnya yang diklarifikasi. Hotel Borobudur ini lebih sebagai simbolis saja dari Pak Amien. Itu berdasarkan pengalaman Pak Amien setelah melihat keanehan dalam tabulasi hasil pemilu di Borobudur,” kata Dradjad kepada wartawan, Rabu (27/3/2019).
Harus ada pihak swasta yang berani menuntut Si Mulut Jamban ini.

Sengkuni makin tua makin tolol. Dipikirnya Reformasi itu buah karyanya. Dipikirnya jasanya begitu besar bagi bangsa ini. Nyatanya dulu nyapres aja gak digubris rakyat Indonesia.

Kalau memang statementnya hanya kiasan, artinya perolehan suara Pilpres 2009 patut dipertanyakan. Sebab rekapitulasi suara tahun 2009 dilakukan di Hotel Borobudur dan saat itu SBY yang menang. Artinya Sengkuni tahu bahwa tahun 2009 telah terjadi kecurangan dan kecurangan itu memenangkan SBY-Budiono. Kenapa lantas si tua bangka ini diam aja. Begitu logikanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here