SHARE

Presiden Joko Widodo merespons rencana aksi 22 Mei 2019 atau saat pengumuman hasil rekapitulasi suara nasional Pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Menurut dia, konsteskan dalam Pilpres 2019 yang dinyatakan kalah dipastikan tak puas. Namun tak perlu menempuh upaya di luar konstitusi terkait protes hasil pilpres. “Kalau tidak puas, yang namanya kalah [pilpres] ya mesti tidak puas. Tidak ada yang kalah itu puas, tidak ada. Kalah itu pasti gak puas, kalau ada kecurangan, laporkan ke Bawaslu. Kalau yang lebih besar, sengketa, sampaikan ke MK (Mahkamah Konstitusi), ini kan mekanisme menurut konstitusi,” kata Jokowi, usai menghadiri buka puasa bersama Partai Golkar di Jakarta, Minggu (19/5/2019), dikutip dari Antara.

Aksi people power yang rencananya digelar oleh kubu Paslon 02, Prabowo-Sandi, bakal mendatangkan massa dari berbagai daerah ke Jakarta, Rabu (22/5/2019). Mereka akan memprotes hasil pemilu dengan cara unjuk rasa atau ‘jalanan’. Jokowi meminta agar protes terkait hasil pemilu melalui lembaga negara seperti Badan Pengawas Pemilu. Mekanisme ini telah tertuang dalam undang-undang yang disusun oleh semua fraksi di DPR RI. “Mekanisme itu sudah disepakati bersama-sama di DPR, semua fraksi ada semua, semua partai ada, jangan aneh-aneh lah,” ujar Jokowi. Menurut Sistem Penghitungan (Situng) KPU, Minggu (19/5/2019) pukul 20.15.05, data TPS yang masuk mencapai 734.365 (90,28893 persen) dari 813.350 TPS. Berdasar Situng KPU, Capres-cawapres 01, Jokowi-Ma’ruf unggul dengan 77.081.866 suara (55,71 persen), sedangkan Capres-cawapres 02, Prabowo-Sandi meraih 61.279.642 suara (44,29 persen).

Terkait hasil ini Jokowi mengaku tak memantau pengitungan sementara. “Ndak [memantau], tahu-tahu nanti ditetapkan, kan sudah jelas,” ungkap Jokowi sambil berkelakar. Terkait pengamanan menjelang pengumuman hasil rekapitulasi oleh KPU, polisi menangkap sejumlah terduga teroris dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bogor. Mereka diduga berencana meneror saat Aksi 22 Mei. “Ya namanya teroris ya ditangkap, masa dibiarkan, kan dalam keamanan negara kan? Tapi itu urusan polisi dan TNI lah,” kata dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here