SHARE

Sosiolog Universitas Indonesia (UI) Thamrin Tomagola menyebut rekonsiliasi Prabowo Subianto dengan Jokowi, jika itu benar terjadi, akan melecehkan suara rakyat. Menurutnya dalam sebuah negara yang demokrasi, suara rakyat adalah suara Tuhan yang tidak dapat digantikan keberadaannya.

1. pendukung 02 sangat kecewa jika prabowo bergabung dengan pemerintah

Oleh sebab itu, jika memang benar terjadi rekonsiliasi, maka para pendukung kubu 02 akan sangat merasa kecewa dengan keputusan tersebut.

“Kalau suara rakyat memilih seperti itu, maka jika dia tidak pilih kubu sebelah sana atau partai sana lalu anda ajak orang itu, kan sakit hati rakyat,” kata Thamrin saat ditemui dikawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (23/6).

2. Rakyat telah terpolarisasi

Rakyat Indonesia, kata Thamrin, telah mengalami polarisasi yang begitu dahsyat akibat situasi politik yang hingga saat ini belum juga meredam.

“Karena mereka di bawah bertempur habis-habisan loh lewat WhatsApp (grup) yang rame sampai ada keluarga yang tidak saling menegur antara keluarga-keluarga itu, menyedihkan dampaknya,” ujarnya.

3. Dampak rekonsiliasi adalah rakyat tidak percaya terhadap demokrasi

Guru Besar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) UI ini menjelaskan, dampak dari adanya rekonsiliasi tersebut adalah ketika rakyat sudah kehilangan kepercayaannya terhadap partai politik dan juga para politisi. Bahkan yang terparah adalah rakyat tidak percaya lagi terhadap demokrasi.

“Yang memprihatinkan adalah kalau rakyat tidak percaya kepada demokrasi dan proses-proses demokrasi, itu yang paling menyedihkan karena kalau tidak percaya (demokrasi), maka ya pakai cara khilafah dengan imam besar diangkat jadi penguasa,” jelasnya.

4. Ajakan rekonsiliasi muncul dari Faldo Maldini

Seperti diberitakan sebelumnya, isu mengenai adanya rekonsiliasi antara Prabowo dengan pemerintah mencuat dari pernyataan politikus muda Partai Amanat Nasional (PAN) Faldo Maldini. Melalui unggahan video di channel YouTube-nya, Faldo menyebut ada kemungkinan Prabowo bergabung dengan Capres 01 Jokowi Widodo.

“Mungkin nggak yang 12 persen gabung sama Jokowi? Gue nggak bilang sih, kalau Gerindra gabung ke Jokowi itu buruk. Itu realistis. Itu pilihan bagi parpol, berada dalam lingkaran kekuasaan tentu lebih baik,” kata Faldo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here