SHARE

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakhrisnan di Istana Bogor, Rabu (17/7). Dalam kunjungan tersebut, dibahas mengenai visi Indonesia lima tahun ke depan, dan kerja sama yang memungkinkan terkait hal tersebut.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjelaskan, ada beberapa visi Indonesia yang bisa dikerja samakan dengan pemerintah Singapura.

“Dari lima visi paling tidak ada tiga visi yang langsung dapat disambungkan,” kata dia di Istana Bogor, Rabu (17/7).

Visi yang dimaksud yakni terkait pembangunan infrastruktur, perluasan investasi, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM). Singapura sebagai negara asal investasi terbesar Indonesia, menginginkan kerja sama yang lebih kuat dan stabil. Sejauh ini, kedua negara sebetulnya telah bekerja sama dalam pencapaian ketiga visi tersebut.

Retno mencontohkan pendirian politeknik furnitur Kendal Industrial Park. Kemudian, kerja sama terkait Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) pesawat di Kawasan Bintan-Batam-Karimun (BBK) untuk dukungan terhadap Bandara Changi milik Singapura. Selain itu, pendirian kawasan industri digital — Nongsa Digital Park — di Kepulauan Riau, dengan nilai investasi jutaan dolar.

Ia menambahkan, diskusi Jokowi dan Menlu Singapura juga terfokus pada kerja sama pengembangan SDM yang sudah berjalan.

“Untuk meningkatkan tempo yang cepat salah satu opsinya adalah melalui jalur ToT (Training of Trainer),” ujar Retno.

Pertemuan kali ini merupakan persiapan untuk Leaders Reatreat antara Jokowi dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong. Vivian berkunjung dengan didampingi Duta Besar Singapura untuk Indonesia Anil Kumar Nayar, Direktur Jenderal Kementerian Luar Negeri Singapura Ian Mak, serta Asisten Direktur Nicholas Koh.

Dalam kesempatan tersebut, Vivian juga menyampaikan ucapan selamat kepada Jokowi atas hasil Pemilihan Umum 2019.

“Indonesia harus mendapatkan selamat!” kata Retno mengutip pernyataan Vivian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here