SHARE

Kabar soal Presiden Joko Widodo (Jokowi) menandatangani keppres tentang amnesti membuat Baiq Nuril merasa lega. Sebab, amnesti dari Presiden Jokowi membuat mantan guru honorer di SMA N 7 Mataram itu bakal terhindar dari hukuman penjara selama enam bulan dan denda Rp 500 juta. Advokat Joko Jumadi yang menjadi kuasa hukum Baiq mengatakan, kliennya merasa bersyukur karena Presiden Jokowi mengabulkan permohonannya memperoleh amnesti. Baiq pun menyampaikan terima kasih kepada Presiden Ketujuh RI itu.

“Dia tadi sempat sujud syukur dan mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya,” ujar Joko, Senin (29/7).

Baiq Joko maupun Baiq juga mengapresiasi pihak-pihak yang telah memberikan bantuan dalam memperoleh keadilan. Sebab, perjuangan Baiq tak sia-sia.

“Alhamdulliah perjuangan panjang untuk mencari keadilan akhirnya membuahkan hasil. Ini sangat luar luar biasa, kami tidak henti-hentinya mengucapkan terima kasih,” tutur Joko.

Lebih lanjut Joko mengatakan, Baiq ingin berjumpa langsung dengan Presiden Jokowi untuk mengambil keppres amnesti. Namun, Baiq harus menunggu Presiden Jokowi kembali ke Jakarta.

“Kami rencanakan mengambil langsung. Karena Presiden Jokowi sampai hari rabu ada kegitan di luar Jakarta, maka kami minta dijadwalkan setelah hari itu,” ungkapnya.

Joko menegaskan, dengan terbitnya keppres amnesti maka proses hukum terhadap Baiq pun sudah selesai. “Karena dengan memegang surat itu maka putusan atau vonis pengadilan terhadap Nuril gugur dengan sendirinya,” ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here